Olly Dondokambey, SE.

Tak berlebihan jika predikat salah satu putra terbaik yang dimiliki Sulawesi Utara disematkan kepada Olly Dondokambey, SE. Olly-sapaan lain pria yang lahir di Tikala, Manado pada 18 November 1961 ini, sukses meniti karier di dunia politik. Di tingkat lokal, politisi berperawakan tinggi besar ini, dipercayakan rakyat sebagai Gubernur Sulut pada tahun 2015 silam. Di tingkat nasional, Olly menduduki posisi strategis sebagai Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan, partai terbesar di Indonesia. 

Berada di tangga kesuksesan baik di ranah pemerintahan maupun politik, diraihnya lewat proses yang panjang, berliku dan tidak gampang. Meniti karier dari bawah. Dia bahkan harus jatuh bangun untuk bisa eksis dan survive hingga kini. Olly merupakan salah satu kader yang telah melalui pahit getirnya perjuangan. 

Ayah dari Rio dan Ray ini, mengawali kiprahnya dunia politik sebelum era reformasi. Saat itu, dia menjatuhkan pilihan untuk bernaung di PDI segi lima. Pada saat terjadi perpecahan di tubuh partai berlambang Banteng ini, Olly memilih ikut gerbong Pro Mega. Naluri politiknya tidak salah. PDI Perjuangan berhasil keluar sebagai partai pemenang di Pemilu 1999. 

Kala itu, Olly sudah tercatat sebagai calon anggota DPR RI Dapil Sulawesi Utara dan Gorontalo. Kendati PDI Perjuangan tampil sebagai pemenang, dia gagal melenggang ke Senayan. Secara manusiawi, dia mengaku sempat merasa kecewa. “Tapi lama kelamaan, rasa kecewa itu hilang. Saya menyadari, itu adalah resiko dan konsekuensi sebagai politisi,” katanya mengenang. Dia kembali mencoba keberuntungan dengan mengikuti pemilihan Ketua DPC Minahasa. Lagi-lagi dia menelan kekalahan.  

Olly tak menyerah. Dia tetap yakin, PDI Perjuangan adalah tempat yang tepat untuk menyalurkan aspirasi politiknya. Bungsu dari 10 bersaudara ini dipercayakan sebagai Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Sulut.  Pada tahun 2004, Olly akhirnya terpilih sebagai anggota DPR RI Dapil Sulawesi Utara. Dia  mengaku, justru pengalaman kegagalan menjadi menjadi titik balik yang akan menentukan perjalanannya kariernya sebagai politisi. 

Pengalaman itu membuatnya untuk intropeksi diri. Pada saat itulah, dia mengalami pengalaman spiritiual.  “Pada tahun 1999, saya yakin akan terpilih sebagai anggota dewan tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Ada satu pekerjaan yang saya tinggalkan. Kebetulan sebelum tahun 1999 saya dipercayakan sebagai ketua panitia pembangunan gereja di Bekasi tapi karena ikut pemilihan saya tinggal. Nanti setelah itu saya fokuskan untuk menyelesaikan pembangunan gereja,” kenangnya. Alhasil, saat ikut Pemilu 2004, Olly berhasil menjadi penghuni gedung Senayan.

Saat itu dia dipercaya menjadi anggota Komisi XI DPR RI. Selang setahun, dia diserahi tugas sebagai Wakil Ketua Komisi XI. Di Kongres PDI Perjuangan pada tahun 2005 di Bali, dia digadang-gadang sebagai salah satu kandidat untuk masuk di jajaran pengurus teras DPP PDI Perjuangan dari perwakilan Sulawesi Utara. Tapi apa mau di kata. Dia tidak terpilih. 

Kendati gagal, sosok yang hobi berkebun ini tetap semangat berkiprah  di dunia politik. Seperti kata bijak dari Zig Ziglar,  “Kegagalan adalah jalan memutar, bukan jalan buntu.” Begitu pula keyakinannya.  

Pada saat itu, tahun 2005, PDI Perjuangan bukan lagi partai penguasa. Tapi politisi handal ini tetap loyal. Tetap mendampingi Megawati Soekarno Putri lewat badan usaha partai yang namanya Komegoro. Lewat Komegoro ini, dia disibukkan menjalankan program kerakyatan yang bertujuan untuk menciptakan ketahanan pangan di tengah masyarakat. Program itu terbilang sukses karena mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. 

Di Pemilu 2009, Olly kembali menjadi caleg Anggota DPR RI dapil Sulut. Seperti prediksi banyak kalangan, dia melenggang mulus dengan perolehan suara signifikan. Tak mengherankan memang.  Selama menjadi wakil rakyat, politisi kawakan ini dikenal rajin berkunjung ke konstituen. Bahkan dia kenal sebagai anggota legislatif yang selalu menyalurkan dana reses kepada kelompok masyarakat di Sulawesi Utara. 

Di DPR RI, dia kembali duduk di Komisi XI dan dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran. Pada tahun itu juga, Olly menempati posisi sebagai Bendahara Fraksi PDI Perjuangan. Sepak terjangnya di Senayan, membuat Olly makin diperhitungkan. Dia dikenal sebagai figur yang lugas dalam berdiplomasi dan piawai  dalam memimpin rapat. Olly pun makin disegani baik kawan dan lawan. 

Kerja keras dan loyalitas politis bertangan dingin ini, akhirnya membuahkan hasil. Setahun sesudah terpilih sebagai bendahara fraksi, tepatnya di Kongres PDI Perjuangan 2010,  Olly akhirnya diberikan kepercayaan oleh Ketua Umum Megawati Soekarno Putri sebagai Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan. Posisi yang sangat strategis di partai. Keputusan yang mengejutkan. Namun, keputusan Megawati ini di kemudian hari, terbukti benar.

Olly berhasil memperoleh kepercayaan dari partai. Di tahun 2012, dia berikan tugas sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut. Dia menjadi satu-satunya kader partai yang merangkap jabatan. Tak hanya itu saja. Olly juga makin mendapatkan kepercayaan dari rakyat. Buktinya di Pemilu 2014, Olly meraih suara terbanyak di Sulut dan ketujuh tertinggi di Indonesia. Dia meraup 237.620 suara. 

Selama menjabat sebagai Bendum, Olly membuat terobosan mendasar. Setiap pengurus partai di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, diharuskan untuk mendirikan kantor sekretariat. Menariknya, sumber dananya berasal dari anggaran gotong royong. Termasuk juga Kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro.   

Alhasil, di kongres tahun 2019,  Olly kembali dipercayakan sebagai Bendahara Umum. Posisi yang ditempatinya selama 3 periode berturut-turut. Beberapa bulan kemudian, dia dipercayakan lagi sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut.  “Jabatannya saja rangkap-rangkap. Kalau di sini sebagai DPP. Kalau ada yang belum kenal di sini harus dekat-dekat dengan dia. Karena saya suka bilang, dia membiayai orang dan membiayai diri sendiri,” ungkap Megawati Soekarno Putri saat memberi sambutan di acara Pengumuman Calon Kepala Daerah dari PDI Perjuangan, Rabu, 19 Februari 2020.

BIODATA:

Riwayat Pendidikan» SMA Negeri Manado, Manado (1982)
» Akademi Akuntansi Jayabaya (1982-1984)
» D3, Akademi Akuntansi Manado, Manado (1984-1987)
» S1, Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tri Dharma Widya, Jakarta (1995-1997)
Riwayat Pekerjaan» Direktur Pusat Koperasi Mega Gotong Royong 2001-sekarang.
» Direktur PT. Bintang Rezeki Abadi Makmur
» Manajer PT. Pembangunan Perumahan
» Manajer WIKA – PP JO Tmn Rasuna Apartemen, Jakarta (1994-1995)
Riwayat Jabatan» Ketua Komisi XI DPR-RI (2004-2014)
» Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI (2009-2014)
» Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI
» Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan (2010-sekarang)
» Ketua PKB PGI
» Ketua PGI (2019-sekarang)
» Gubernur Sulawesi Utara (2016-sekarang)